Tampilkan postingan dengan label mendidik anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mendidik anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

Kisah Nyata : Pemuda Arab Yang Belajar Di Amerika , Yang Perlu Anda ketahui ...!

Kisah Pemuda Arab Yang Belajar Di Amerika 
Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.
 Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
                               
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

Sang pendeta pun mulai bertanya, 
1. satu yang tiada duanya
2. dua yang tiada tiganya
3. tiga yang tiada empatnya
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya
6. enam yang tiada tujuhnya
7. tujuh yang tiada delapannya
8. delapan yang tiada sembilannya
9. sembilan yang tiada sepuluhnya
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh
11. sebelas yang tiada dua belasnya
12. dua belas yang tiada tiga belasnya
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"


Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca basmalah ia berkata, 
1. yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."(Al-Isra: 12).
3. yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mukjizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, Pukullah batu itu dengan tongkatmu. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing. "(At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Yaqub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang"
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (AlAnbiya )
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.


Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "

Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.

" Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."

Sang pendeta pun berkata,
"Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah."

                                                        
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.
Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..
Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya..

Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir...amien 


Sabtu, 09 April 2016

Mlaku Mbungkuk, Akhlak Masyarakat Jawa yang mulai Pudar

Mlaku Mbungkuk, Akhlak Masyarakat Jawa yang mulai Pudar


Mlaku Mbungkuk, Akhlak Masyarakat Jawa yang mulai Pudar
Berbuat baik dengan cara berbakti dan hormat kepada orang tua diperintahkan oleh Allah dalam Al Qur’an:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا  وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 23-24).

Salah satu wujud menghormati kepada bapak ibu tau orang yang lebih tua dari kita dan sudah menjadi tradisi masyarakat di Nusantara sejak dulu kala adalah mlaku mbungkuk di depan mereka.

Mlaku mbungkuk disini maksudnya adalah berjalan membungkuk saat lewat di depan orang yang lebih tua. Perilaku orang Jawa seperti ini sudah ada sejak dahulu. Bertujuan untuk mengajarkan tatakrama dan sopan santun kepada anak, agar menghormati orang yang lebih tua. Posisi yang dimaksudkan dengan mlaku mbungkuk yaitu, membungkukkan badan ke bawah, kemudian meletakkan satu tangan di belakang (tepat di atas pinggang), kemudian tangan yang satunya diluruskan ke bawah agak ke depan. Biasanya orang yang jalan membungkuk sambil berkata “nyuwun sewu, nderek langkung”. Saat berjalan dengan membungkukkan badan seperti ini, haruslah berjalan pelan-pelan, bukan malah berlari. Hal seperti itu adalah cara orang Jawa yang lebih muda dalam menghormati orang yang lebih tua, apabila hendak lewat di depannya.

“Dalam interaksi sehari-hari di masyarakat Jawa, orang lebih muda akan selalu membungkukkan badannya ketika sedang berjalan di depan orang yang lebih tua. Etika ini bila dilihat sepintas akan terlihat sangat sepele, namun sebenarnya etika ini menggambarkan sikap tunduk atau hormat antara orang muda terhadap orang yang lebih tua. Selain itu, sikap membungkukkan badan juga menandakan bahwa orang ini menghargai dan menempatkan posisinya.“ (Zaairuh Haq, 2011:24)
Sayangnya, anak-anak muda di Jawa zaman sekarang mulai pudar sopan santun dan tatakramanya. Sehingga membuat mereka merasa tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang diajarkan orang tuanya sejak kecil. Disaat seperti sekarang ini, banyak anak kecil atau orang yang lebih muda, berjalan seenaknya saat lewat di depan orang yang lebih tua. Mereka merasa tidak malu atau dalam bahasa Jawa ora perkewuh. Akibat pengaruh budaya luar, akan membuat tatakrama dan perilaku anak muda di Jawa menjadi berubah.

Maka dari itu kita harus pandai-pandai memilih kebudayaan yang masuk, dengan meniru hal baik dan membuang hal yang sekiranya tidak pantas dilakukan orang Jawa. Agar, sopan santun atau etika orang Jawa tidak hilang dengan begitu saja. (Dimitriev Indraena)

Foto : Anak-anak harus menunduk jika lewat di depan orang yang lebih tua akhir abad ke-19

Sumber : Zaairul Haq, Muhammad. 2011. “Mutiara Hidup Manusia Jawa”, Malang: Aditya Media Publishing


NetOopsblog protected imageNetOopsblog protected imageNetOopsblog protected image

Jumat, 11 Maret 2016

Kata-kata Yang Harus Dihindari saat Marah Kepada Anak

  • Menjadi orang tua sangat dibutuhkan kesabaran ekstra, adalah memang tanggung jawab Anda untuk bisa mengendalikan mereka, akan tetapi bukan dengan cara kekerasan fisik dan kata-kata kasar. Anak-anak butuh waktu untuk bisa memahami segala sesuatu, Anda pun dulu waktu seusia mereka pasti juga melakukan kenakalan yang sama. Lepas dari betapa suram masa kecil Anda dulu atau betapa tegas orang tua Anda telah mendidik Anda selama ini, ketahuilah bahwa anak-anak Anda saat ini adalah pribadi yang berbeda. Anda boleh menerapkan pola pengasuhan yang sama seperti yang Anda terima dari orang tua Anda dulu atau Anda ingin menerapkan pola pengasuhan yang baru, itu semua terserah kepada Anda.
    Oleh karena itu, apapun alasannya, bila Anda terpaksa harus marah untuk menunjukkan ketegasan Anda kepada anak-anak Anda, sebisa mungkin kendalikan emosi Anda dan hindarilah mengucapkan kata-kata berikut ini kepada mereka:
  • 1. "Dasar berengsek!"

    Kalimat kasar yang sering diucapkan oleh orang dewasa yang sedang marah ini tidak patut ditujukan kepada seorang anak. Ketika seorang anak menerima kalimat ini dari orang tuanya, maka hal itu akan tertanam dalam benak mereka dan mereka akan belajar untuk semakin tidak menghormati Anda. Lebih parahnya lagi mereka akan meniru dan mengucapkan hal yang sama kepada orang lain.
  • 2. "Ini semua salahmu!"

    Anak-anak sangat membutuhkan arahan dan bimbingan dari kedua orang tuanya. Ketika mereka berbuat kesalahan itu adalah hal yang wajar, sebagai orang tuanya Anda tidak boleh menghancurkan rasa ingin tahunya. Anda juga tidak boleh menghancurkan rasa percaya dirinya dengan mengatakan, "Ini semua karena salahmu atau semua ini terjadi gara-gara kamu."
  • 3. "Dasar goblok!"

    Seorang anak yang sering mendapatkan teguran semacam ini dari orang tuanya akan menjadi minder dan tidak memiliki percaya diri yang baik. Dia akan merasa bahwa dirinya memang tidak becus dalam mengerjakan sesuatu. Bila tetap diteruskan, tanpa Anda sadari Anda sendirilah yang telah menghancurkan masa depannya.
  • 4. "Dasar anak setan!"

    Emosi orang dewasa memang terkadang bisa tak terkontrol, berbagai macam kata-kata kasar, makian dan umpatan sangat mudah keluar dari mulut Anda. Ketika Anda sedang marah kepada anak Anda dan betul-betul jengkel karena tingkah lakunya yang tidak bisa diatur jangan pernah mengatakan kepadanya bahwa dia anak setan. Bila Anda mengharapkan rasa hormat darinya dan ingin supaya anak Anda mudah untuk diatur, maka lebih baik Anda melakukan introspeksi diri. Terkadang anak-anak yang berperilaku demikian sebenarnya hanya menunjukkan rasa protes kepada Anda.
  • 5. "Dasar kurang ajar!"

    Kalimat ini hanya pantas ditujukan kepada seseorang yang telah melakukan perbuatan jahat seperti mencuri, membunuh, atau memperkosa, bukan untuk anak-anak yang sesungguhnya belum mampu memahami apa yang telah dia lakukan itu benar atau salah.
  • 6. "Kami tidak pernah mengharapkanmu."

    Bila Anda sangat mengasihi anak-anak Anda, semarah apapun Anda jangan pernah sekalipun mengucapkan kalimat ini kepada mereka. Kalimat ini bagaikan sebuah kutukan kepada seorang anak. Sekali saja kalimat ini keluar dari mulut Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa menyembuhkan luka di hatinya sampai kapanpun dan Anda juga tidak akan pernah bisa mendapatkan rasa hormat darinya.

    Anda marah dan jengkel menghadapi perilaku nakal anak adalah hal yang wajar, Anda bukanlah seorang malaikat, Anda hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari berbagai macam kesalahan. Tetapi sebagai orang tua, Anda dituntut untuk mampu mengendalikan emosi Anda. Kedewasaan Anda dalam hal ini sedang diuji. Cara Anda mendidik mereka menentukan kualitas Anda sebagai orang tuanya, dan kesalahan Anda dalam mendidik merekalah yang justru dapat menghancurkan masa depannya.

Selasa, 08 Maret 2016

Akibat fatal karena terlalu memanjakan anak

Akibat  fatal karena terlalu memanjakan anak
Kangsoal.blogspot.co.id- Akibat  fatal karena terlalu memanjakan anak - Sudah hal yang wajar jika orang tua menyayangi dan memanjakan anaknya. Namun jika terlalu berlebihan, bisa jadi malah membentuk perilaku buruk pada anak yang akan sulit dikoreksi.
  • Menyayangi anak adalah hal yang wajar. Tetapi terlalu menyanyangi anak, sampai-sampai selalu menuruti segala keinginannya juga dapat berakibat buruk. Sadar atau tidak, kebiasaan memanjakan dapat berujung pada pembentukan karakter yang negatif seperti berikut.
  • Anak jadi semakin banyak maunya

    Ketika sudah terbiasa menuruti inginan anak, Anda akan sulit berkata tidak saat anak meminta sesuatu yang lain. Mendeteksi kelemahan Anda tersebut, ia akan dengan pandai memanfaatkannya untuk mendapatkan lebih banyak lagi keinginannya. Suatu saat Anda merasa kewalahan dan ingin menghentikannya, akan lebih sulit karena anak sudah terbiasa dituruti.
  • Anak menjadi keras kepala dan pemarah

    Anda mungkin tidak tahan mendengar rengekan anak, sehingga langsung memberikan apa saja yang ia inginkan. Karena sudah terbiasa dituruti, tentu ia akan merasa kecewa jika suatu ketika Anda mencoba menghentikannya. Kemarahan dan frustrasi saat tidak dituruti dapat diekspresikan dengan paksaan lewat segala cara yang tentu akan membuat Anda pusing seperti memaksa, keras kepala dan marah-marah.
  • Anak menjadi egois

    Pada umumnya, anak yang telalu dimanjakan akan tumbuh menjadi anak yang lebih egois daripada anak yang tidak selalu dimanjakan. Mereka terbiasa hidup mudah dan nyaman sehingga sulit ditarik keluar dari zona nyamannya. Mereka akan tumbuh menjadi 'aku' yang selalu dituruti sehingga menjadi egois, selalu ingin didengarkan dan dituruti, cenderung sulit berbagi dengan orang lain dan bahkan dapat menjadi 'tukang pamer' di depan teman-temannya.
  • Anak menjadi mudah melawan orang tua

    Karena merasa sangat disayang dan selalu dituruti, Anak akan cenderung melawan dan tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya. Mereka tahu bahwa orang tuanya akan tetap menyayangi mereka, apapun yang mereka perbuat. Mereka bahkan tidak takut melawan orang tua saat merasa ditekan dan dipaksa menuruti keinginan orang tuanya.
  • Anak sulit dewasa

    Anda tentu ingin melihat buah hati Anda tumbuh besar menjadi dewasa dengan karakter yang baik dan bertanggung jawab. Namun jika Anda masih terus membiasakan diri menuruti segala keinginan anak, bisa jadi Anda hanya akan membentuk seseorang dengan karakter yang tidak dapat dewasa, sulit untuk mau bekerja keras dan berusaha, hidup bergantung pada kemudahan orang tua dan sifat-sifat buruk lainnya.
  • Sulit mengatasi kekecewaan

    Di dalam istana kecilnya, di rumah Anda, ia adalah seorang raja kecil yang berkuasa. Jika sifat ini terus ia bawa dalam pergaulannya dengan orang lain di luar, maka ia akan dapat sulit beradaptasi dengan berbagai karakter orang. Tidak semua orang akan bersedia menuruti keinginannya, dan kekecewaan -tidak lagi menjadi raja kecil- akan dapat berdampak besar seperti mudah marah meledak-ledak, depresi dan efek psikologis sebagainya.

    Banyak hal negatif yang dapat timbul dari sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, sebaiknya Anda mampu memilah kapan harus memanjakan anak dan kapan harus bersikap tegas untuk menolaknya. Bijaksanalah mendidik anak Anda agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas baik.

Rabu, 02 Maret 2016

Ingin Anak Sholih Sholihah, Ikuti Cara Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Memperlakukan Anak

Ingin Anak Sholih Sholihah, Ikuti Cara Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Memperlakukan Anak 
Kangsoal.blogspot.co.id - Anak adalah amanah yang dititipkan Allah kepada orang tua agar menjadi generasi yang melanjutkan perjuangan dan kehidupan orang tuanya, apa jadinya jika amanah itu malah menjadi musibah? Ya semua itu tergantung bagaimana orang tua mendidik anak-anak mereka. 
Salah satu cara terbaik menyiapkan anak menjadi generasi yang sempurna adalah dengan mencontoh cara shohabat Ali bin Abi Thalib Ra. dalam mendidikan putra nya. Simak bagaimana cara imam Ali bin Abi Thalib Ra, memperlakukan anak sebagai pendidikan anak. 
Ingin%2BAnak%2BSholih%2BSholihah%252C%2BIkuti%2BCara%2BImam%2BAli%2Bbin%2BAbi%2BThalib%2BRa.%2BMemperlakukan%2BAnak
Cara Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Memperlakukan Anak
Sahabat Ali bin Abi Thalib Ra. telah merumuskan cara memperlakukan anak sebagai berikut: 
1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.
Adapun keterangannya adalah sebagai berikut, simak baik-baik : 
►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)
Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya:
Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.
Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.
Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.
Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.
►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)
Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.
 Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:
1. Melakukan sholat wajib 5 waktu
2. Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
4. Membiasakan membaca Al-Qur’an
5. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
6. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi.
Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setiap anak itu unik)
►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)
Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah.
Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.
Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita.
Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak- anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik- adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.
Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti.
“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).
****
Sumber: FP Alhabib Quraisy Baharun

Selasa, 23 Februari 2016

Cerita Keluarga : Cara Membuat Anak Hormat pada Orangtua

Kangsoal.Blogspot.co.id - Cerita Keluarga : Cara Membuat Anak Hormat pada Orangtua  - Membuat anak-anak menurut semua perintah orangtua atau orang yang lebih tua boleh saja dilakukan dengan mudah, tetapi apakah mereka melakukannya dengan rasa hormat?

Mengajarkan anak anda untuk menghormati anda, saudara yang lebih tua, adalah salah satu aspek paling penting dalam mendidik anak.

Seperti Ini Cara Membuat Anak Hormat pada Orangtua
Memiliki anak yang berbakti, santun dan menghormati yang lebih tua adalah dambaan setiap orang tua. Simaklah tips dari ummuayyash berikut ini agar kita dapat mendidik anak agar menghormati orang yang lebih tua dari mereka.
  1. Perlakukan dan hormati anak seperti anda menghormati orang dewasaIngat, anak juga manusia yang mempunyai perasaan dan dapat mengikuti apa saja yang sering dia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar anak belajar menghormati siapapun dan menjadi anak yang berbudi pekerti baik
  2. Berikan contoh yag baik dan perlakukan anak-anak seperti anda ingin diperlakukanAnak adalah peniru ulung atau ‘Great Imitator’, pada umumnya anak akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya. Saat Anda memperlakukan anak dan pasangan Anda dengan rasa hormat, anak Anda akan percaya bahawa rasa hormat itu cara yang baik untuk memperlakukan orang lain. Jika anak Anda lebih condong menjerit kepada Anda dan orang lain, perhatikan cara dan sikap anda. Kalau Anda sering mengamuk dan berteriak jika ada hal yang tidak sesuai dengan kemauan Anda, anak Anda akan melakukan hal yang sama.
  3. Bersikap tegas dengan apa yang anda ucapkan dan berikanlah alasannyaMenjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak, apalagi dengan kekerasan. Tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan. Jika Anda melarang atau meminta anak melakukan sesuatu beri ia alasan yang benar serta beri ia ketegasan.
  4. Berterus terang kepada anak, beri penjelasan terhadap suatu perkaraKatakan pada anak Anda sesuatu yang semestinya mereka ketahui, beri ia penjelasan mengenai sesuatu. Jika anak menanyakan satu perkara dan Anda tidak mengetahui jawabannya, sebaiknya Anda mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak anak mencari jawabannya bersama-sama. Sikap ini akan lebih dihargai anak dibanding Anda pura-pura tahu.
  5. Jadilah orangtua yang konsisten berbuat baik dalam sikap, akhlak dan kata-kataApabila orangtua menetapkan aturan A kepada anak maka sebisa mungkin orangtua harus tetap konsisten dengan peraturan tersebut, yaitu A. Misalnya, ketika orangtua menekankan kepada anak supaya tidak pernah mengambil barang milik orang lain sebelum meminta izin dari pemiliknya, maka janganlah sekali-kali membiarkan anak melakukannya.
  6. Berikan pujian kepada sikap baik yang anak tunjukkanBila anak Anda bersikap baik, pujilah sikap anak Anda. Jika anak Anda bersikap kurang baik, hentikan dia dan beritahukan tentang sikapnya yang tidak baik itu. Saat Anda membiarkan anak Anda kurang sopan terhadap orang lain, Anda mengajarkan anak Anda bahawa Anda sendiri mengacuhkan tindakan tersebut.
  7. Jangan sesekali berdusta dan membohongi anakTindakan orangtua seperti itu dapat mendorong anak untuk tidak menghargai orang tua beserta aturannya.
  8. Tidak gengsi untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan kepada anakJangan takut meminta maaf atas kesalahan yang Anda lakukan, karena dengan demikian, anak akan menghargai sikap Anda serta mencontoh perilaku ini jika ia melakukan kesalahan.
  9. Jangan malu mengucapkan kata sayang kepada anakAnak yang tumbuh dengan kasih sayang orangtua akan memiliki sikap yang ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ada dalam fikirannya.
  10. Hormati hak anak, anak akan terbiasa dan belajar menghormati hak orang lainApa yang menjadi hak anak, berikan dan tunaikanlah. Lama-kelamaan mereka belajar memberikan dan menjaga hak orang lain juga. (muslimahzone/akhwatindonesia)

Sabtu, 06 Februari 2016

Tundukkan si Keci dengan trik ini

Memasuki masa "independent"-nya, Anda kewalahan menangani si kecil saat ia tidak mau mendengarkan apa yang Anda ucapkan. Berkomunikasi dengan baik menjadi salah satu cara untuk mengatasinya.

  

  • Banyak orang tua yang kewalahan disaat anak memasuki umur 2 tahun, mereka asik dengan imajinasi mereka disaat bermain dan tidak mendengar apa yang Anda katakan. Hal ini sangat wajar terjadi karena mereka memasuki masa "independent" dimana mereka tidak mau mengikuti instruksi untuk menunjukkan kekuasaannya.
    Keadaan pun akan semakin dramatis disaat Anda lelah, tidak sabar dan memaksa mereka untuk melakukan keinginan Anda. Si kecil pun menangis saat Anda melarangnya berhenti bermain. Bukan tanpa sebab si kecil tidak mau mendengar Anda, bisa saja ia hanya ingin mencari perhatian. Daripada langsung memarahinya, Anda dapat mengajarinya agar mau mendengarkan Anda dengan berbagai cara seperti berikut ini.
  • MENJADI TEMANNYA

    Berperan dan berpikirlah layaknya Anda seorang anak kecil yang seusia dengan anak Anda. Di saat ia tidak mau mendengar Anda, jangan berteriak karena akan membuatnya semakin agresif dan keras kepala.
    Hampiri ia secara perlahan, sambil mengelus atau memeluknya, Anda bisa mengajaknya mengobrol tentang aktivitasnya saat itu baru kemudian pindah ke topik yang Anda ingin sampaikan, seperti "Kakak, ini sudah siang saatnya kakak tidur, tapi habiskan dulu makan siangmu."
    Dengan cara ini, 'instruksi' Anda pun akan semakin efektif karena ia dengan mudah memahami maksud Anda dan lebih terbuka karena tahu Anda selalu pehatian kepadanya.
  • BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK

    Disaat Anda sedang berkomunikasi dengannya, tataplah matanya dan jadilah pendengar yang baik, dengarlah apa yang ingin ia utarakan, kenapa ia tidak mau menuruti apa yang Anda minta. Jangan menggunakan kalimat yang panjang dan berulang - ulang karena akan membuat si kecil bingung. Gunakan kalimat singkat dan tegas. Ubahlah kata 'jangan' dan 'tidak' dengan kalimat yang positif, memberinya motivasi dan memiliki tujuan yang sama. Percayalah, semakin dilarang mereka akan semakin penasaran melakukannya.
    Ubah kalimat Anda dengan kalimat positif seperti "Hati – hati kalau berlari kamu bisa terjatuh" Mungkin saat ia benar akan terjatuh dan menangis, tetapi dari situlah Ia mengerti rasa sakit, sehingga lain kali Ia akan hati – hati dan bertanggung jawab untuk menjaga tubuhnya sendiri.
    Bisa juga Anda memberi pujian serta reward, saat Ia telah menuruti, seperti memeluknya sambil berkata,"Kamu pintar sekali hari ini. Terima kasih nak sudah mendengarkan mama, yuk, sekarang kita makan ice cream kesukaanmu."
  • INSTRUKSI YANG REALISTIS

    Gunakan instruksi dan contoh yang realistis sehingga si kecil bisa mengikuti apa yang Anda instruksikan. Seperti "Ibu tahu pasti kamu capai setelah bermain, Tapi kita harus membereskan semua mainanmu supaya tidak terinjak." Lalu Anda mengajak si kecil dan mencontohkan bagaimana membereskan mainannya.
    Semua arahan dan aturan kita harus diperkuat dengan pesan yang baik kedalam memorinya, lakukan dengan cara yang menyenangkan sehingga si kecil bener - benar paham walaupun kita melakukannya sebagai rutinitas, seperti menyuruh si kecil mandi, ajaklah sambil bernyanyi, "Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi…"
    Yang terpenting dari semua cara diatas adalah bagaimana Anda terus memberikan kepercayaan bahwa mereka akan tumbuh dan berkembang dengan semua nilai positif yang Anda berikan. Semakin besar usianya, ia akan sadar bahwa setiap apa yang Anda ucapkan merupakan proses pembelajaran dan merasa Anda dapat menjadi teman yang selalu mendengakan sehingga mereka tidak segan dan terbiasa untuk terbuka dan berkomunikasi dengan Anda.